Tuesday, June 21, 2016

Sehari Satu Paragraf

BY ana IN No comments

Di masa ketika sosial media menjadi raja, mudah sekali kita mengetahui tren yang sedang berlangsung di sebuah kelompok sekalipun kita bukan bagian dari mereka. Sebut saja ODOJ. Akronim dari One Day One Juz ini merupakan sebuah gerakan dan ajakan untuk para muslim untuk membaca Al-quran dengan target tertentu. Satu Hari Satu Juz. Buat kebanyakan orang biasa (termasuk saya), baca Al-quran satu hari satu juz merupakan hal yang berat. Ada segudang alasan yang melatarbelakanginya, antara lain.. Ups, tidak, saya bukan ingin curhat tentang ODOJ. Doakan saja supaya saya mampu baca satu hari satu juz, meningkat dari bacaan sekarang yang meski setiap hari, jumlah dan pemahaman saya belum seberapa. One Day One Paragraph Seakan menjadi epigon tren muslim yang booming beberapa tahun yang lalu, salah seorang rekan di tempat kerja saya mencetuskan ide ketika kami sedang mengobrol. Ia merasa, setelah hampir setengah tahun les bahasa inggris di sebuah tempat ternama yang bayarannya juga lumayan, tidak ada perubahan yang berarti pada penambahan kosakatanya. Maklum, teman saya ini sebentar lagi menginjak usia 40, jadi sudah sulit menggunakan metode menghapal seperti anak-anak sekolah. Maka, senanglah ia ketika sang guru les mencetuskan ide untuk belajar kosakata dengan menulis. Teorinya, dengan sering meneggunakannya, sebuah kata akan lebih mudah diingat. Apalagi, menulis satu paragraf satu hari tidak terlalu membutuhkan banyak waktu seperti bila harus menghapal. Murid senang, tempat les pun senang karena tak harus kehilangan bayaran satu murid yang hamper keluar karena putus asa. Konsisten Tentu tantangan terberat yang harus dilalui para pembelajar adalah masalah konsistensi. Seperti halnya para penggiat One Day One Juz yang harus konsisten meluangkan waktu untuk membaca 10 lembar Al-Quran demi memenuhi target bacaan, menulis juga butuh kesinambungan niat. Bahkan jika tak ada ide, menulis harus dilakukan supaya tidak kehilangan pace. Karena saya tergoda untuk juga terjun dalam praktek pembelajaran bahasa inggris tanpa harusbayar uang les ini, saya juga harus konsisten untuk tak kembali ke jurang kemalasan dan kedunguan yang menular. Ada yang jual segentong konsistensi?

Wednesday, December 30, 2015

Waspadai 5 Ciri Investasi yang Menggunakan Skema Ponzi

BY ana No comments



Dengan semakin banyaknya orang yang sadar akan pentingnya investasi, makin banyak pula bentuk dan pilihan yang terlihat menggiurkan untuk melipatgandakan uang Anda. Banyak dari perusahaan ini yang memang baru saja berdiri karena memang bergerak di bidang-bidang baru seperti teknologi, tetapi banyak pula yang hanya memanfaatkan kurangnya informasi untuk memindahkan uang investor ke kantong pemilik invetasi bodong. Salam satu bentuk investasi yang patut diwaspadai adalah yang menggunakan skema Ponzi.

Skema Ponzi sendiri mendapatkan namanya dari seorang lelaki Italia bernama M Carlos Ponzi. Ia menemukan sebuah gagasan ‘investasi’ yang menjanjikan keuntungan 100% dalam waktu singkat. Kenyataannya, ‘investasi’ yang dijanjikannya hanyalah penipuan belaka. Meskipun kebohongan skema ini sudah terbongkar, masih banyak orang yang menggunakan cara ini untuk mendapatkan uang secara cepat. Berikut adalah empat ciri investasi yang menggunakan skema Ponzi.

1.       Menjajanikan keuntungan yang besar dalam waktu singkat

Jujur saja, tak pernah ada seorang pun investor yang menolak saat ditawari keuntungan yang berlipat ganda bukan? Baik investor baru maupun yang kawakan pasti mempunyai tujuan yang sama, lebih kaya. Iming-iming inilah yang menjadi senjata utama para fraud investor untuk menjaring ‘mangsa’nya. Dengan sedikit bumbu dan kelihaian menyusun kata-kata, iming-iming ini akan mengaburkan sikap jeli Anda untuk terlebih dahulu meneliti perusahaan investasi tersebut. SIkap berhati-hati inilah yang harus dibangun saat diprospek oleh marketing investasi.

Pada dasarnya, jarang sekali ada investasi yang bisa menjanjikan keuntungan yang besar dalam waktu singkat. Hal ini tentu tergantung dengan kondisi pasar saham dan perekonomian dunia yang sering sekali tidak stabil dan rentan terhadap perubahan. Investor yang tangguh adalah orang yang mampu bertahan di atas semua itu, serta tetap bersabar dengan terus mengambil langkah-langkah strategis ketika nilai investasinya tengah menurun. Jadi, jangan mudah tergiur dengan janji-janji manis yang bisa jadi justru merugikan di masa depan!

2.       Tidak Ada Informasi yang Jelas Mengenai Produk Investasi

Pada umumnya, Investasi yang menggunakan skema Ponzi hampir tidak memiliki produk untuk dijual karena sumber keuntungan mereka memang tidak tergantung pada hal itu. Kalaupun ada, produknya biasanya terkesan ‘asal jadi’ dengan harga selangit karena memang tidak dibuat untuk disebarluaskan ke masyarakat.  

Telitilah mengenai produk yang menjadi tumpuan sebuah perusahaan sebelum Anda menginvestasikan uang di dalamnya. Periksa kualitas, manfaat, dan hal-hal lain terkait strategi pemasarannya yang membuat produk tersebut memiliki kekuatan di tengah pesaingnya. Waspadai bila Anda menemukan kejanggalan dalam produk perusahaan investasi tersebut, dan agar lebih yakin, lakukan tes produk agar mendapat perbandingan antara penjelasan marketing investasi dan pengamatan langsung.




3.       Perusahaan investasi tidak terdaftar secara resmi di Bapepam

Dengan bentuk penipuan yang sudah jelas terkuak, sebuah perusahaan yang menggunakan sema Ponzi akan sangat kesulitan untuk mendaftarkan dirinya ke Bapapem (Badan Pengawas Pasar Modal). Tak adanya pembukuan keuangan yang jelas dan sah, serta deskripsi produk yang buruk menjadi faktor yang jelas akan menjegal perusahaan seperti ini mendapatkan lisensi dari Bapepam. Bila sudah jelas tak terdaftar, silakan langsung batalkan rencana Anda berinvestasi di perusahaan tersebut. Bila tetap nekat, tentu risiko mendulang keuntungan dan menuai kegagalan akan semakin besar.


4.       Member Get Member dengan Dana Awal yang Tinggi

Sejalan dengan tidak jelasnya deskripsi dan pemasaran produk, investasi berskema Ponzi akan menarik uang pendaftaran yang cukup banyak dari investor barunya. Mereka pun menyemangati para investor baru untuk mengajak sebanyak mungkin orang untuk bergabung dan ikut berinvestasi di perusahaan tersebut, dengan iming-iming fee/bonus investasi akan semakin besar bila bisa mengajak banyak orang untuk ikut berinvestasi dan membayar uang pendaftaran.

Inilah modus operandi invetasi berskema Ponzi. Uang member yang baru bergabung akan digunakan untuk membayar ‘hasil investasi’ member lama dan fee member yang merekutnya. Tak ada uang yang berfungsi sebagai modal dan digunakan untuk mengembangkan bisnis. Yang ada hanya mengembangkan jaringan dan mengumpulan uang untuk membayar ‘hasil investasi’ member lama dan ujungnya pasti akan selalu merugikan member baru.

5.       Menjerat Investor Baru dengan berbagai Acara Mewah

Para pelaku investasi Ponzi yang sudah mengetahui bagaimana bisnis ini bekerja biasanya hanya memiliki dua pilihan, berhenti atau melanjutkannya dengan sungguh-sungguh. Saat sudah mengetahui penipuan di balik cara kerja sistem ini, seorang investor yang terjebak harus merelakan uang yang sudah dibayarkannya untuk menghentikan penipuan pada orang lain demi mendapakan sedikit fee. Sebaliknya, ia pun juga bisa melanjutkannya dengan kembali menipu banyak orang agar menjadi investor, membayar uang pendaftaran, agar perekrut mendapat banyak fee.

Tentu saja hal ini tidaklah mudah. Maka, agar orang-orang percaya dan mengikuti ajakannya, seorang perekrut akan menyebarkan foto-foto ‘keberhasilan’ dan ‘kekayaannya’ berkat investasi tersebut dan mengadakan acara-acara mewah yang mengesankan berlimpahnya uang yang dimiliki oleh perusahaan dan investornya. Melihat serangan bertubi-tubi seperti itu, kewaspadaan seseorang untuk meneliti sebuah investasi bisa saja mengendur, lalu dengan sukarela membayar uang pendaftaran yang cukup besar demi mendapatkan imbalan yang berkali-lipat lebihnya.    


Demikian beberapa hal yang bisa Anda gunakan untuk mengidentifikasi sebuah investasi berskema Ponzi. Untuk menghindari jeratannya, intinya adalah jangan mudah tergiur dan teruslah menjaga kewaspadaan dan ketelitian sebelum memutuskan beinvestasi di satu tempat.  Dan bila menemukan investasi Ponzi, laporkanlah ke pihak berwenang, seperti OJK agar tak jatuh lebih banyak korban dari penipuan semacam ini.  



Tulisan di atas adalah artikel pesanan yang tidak jadi dipakai, 
jadi aku posting di sini daripada cuma mengendap di komputerku. 
Enjoy. 

Wednesday, April 30, 2014

bahasa

BY ana 1 comment

bahasa adalah sejarah yang penuh dengan cerita sesat, makna yang berkelok dan ambigu, rambu-rambu palsu.


-goenawan mohamad, tuhan dan hal-hal yang tak selesai, hlm. 91

Sunday, April 20, 2014

Dasar-dasar Jurnalistik

BY ana 5 comments

Pada hari Kamis, 10 April 2014, Lemhannas RI mengadakan pelatihan jurnalistik bagi para anggotanya. Saya yang bukan anggota (PNS) lembaga itu tentu saja tak enak untuk masuk dan ikut-ikutan menimba ilmu dari para pengajar yang berasal dari Sekolah Jurnalistik Antara tersebut. Namun, karena yang mengkoordinir acara adalah pak bos saya, yah, sebagai staff Humas, saya nyelonong masuk ajah . :D

Pada sesi pertama, materi pelatihan adalah mengenai dasar-dasar jurnalistik. Pengajarnya bernama Panca Hari Prabowo.Kalo ada yang mau nomor kontak dan emailnya bisa googling atau tanya saya. :)

Berikut ini materi Dasar-dasar Jurnalistik yang hanya saya kopas dari paper yang dibagikan.

Dasar-dasar Jurnalistik

Jurnalistik selalu beriringan dengan masanya. Wartawan selalu ada di setiap zaman, dan wilayah, serta selalu ada peristiwa yang dapat tereka, untuk kerja jurnalistik.

Menurut Kris Budiman, jurnalistik adalah kegiatan penyiapan, penulisan, dan penyampaian berita kepada khalayak melalui saluran media tertentu. Jurnalistik meliputi kegiatan dari pelitputan sampai kepada penyebaran kepada masyarakat, yang dalam pengertian sempit adalah publikasi cetak.

Peran Jurnalis

Anda pernah berpikir kenapa tokoh Spiderman, Superman, dan Tintin adalah jurnalis? Menurut Pak Panca, dua tokoh pertama yang merupakan super hero berprofesi sebagai jurnalis karena jam kerja jurnalis yang fleksibel, sehingga memungkinkan mereka untuk membasmi kejahatan di sela-sela bekerja. Begitu pula dengan Tintin yang setengah detektif. Akses informasi yang lebih luas juga memudahkan Tintin dalam menyelesaikan kasus-kasus yang mendatangainya.

Berdasarkan hal tersebut, wartawan merupakan jembatan/media yang menghubungkan antara fakta dan khalayak. Sebagai jembatan, tugasnya adalah mengantarkan pesan yang diperoleh dari sekumpulan fakta ke hadapan pembaca, tidak dukurangi, dan tidak dimanipulasi. Untuk mendapatkan fakta yang akurat, wartawan harus ke lapangan dan mencari sumber fakta yang palingt utama. Ini menjadi dasar utama atau pijakan utama dalam teknik mencari berita.

Seorang wartawan, harus mengetahui fakta atau kejadain yang layak menjadi berita dan mana yang tetap dibiarkan menjadi kejadian semata. Wartawan juga harus melakukan pengujian terhadap fakta yang didapat dan akan dijadikan bahan berita.

Beberapa Hal yang Membuat Peristiwa atau Fakta dapat dijadikan berita:

1. segar                                6. terkenal
2. bencana                           7.  bahaya
3. besar                                8. pengetahuan baru
4. dekat                                9. human interest
5. langka 

Jenis Berita

Ada dua jenis berita, yakni soft news dan hard news. Hard news adalah berita mengenai peristiwa yang terjadi saat itu dan penting diketahui publik. Kategori berita ini sangat dibatasi oleh waktu dan aktualitas. Soft news adalah berita yang berhubungan dengan kisah manusiawi. Kategori berita ini tidak ditemukan waktu dan aktualitas, melainkan menyajkan informasi yang menyentuh emosi dan perasaan para khalayak. 

Ciri-ciri Jurnalisme

Skeptis adalah sikap untuk selalu mempertanyakan segala sesuatu, meragukan apa yang diterima, dan mewaspadai segala kemungkinan agar tidak mudah ditipu. Seorang wartawan bertugas mencari kebenaran. Dalam beberapa kasus, kebenaran itu didapat dari sikap ingin tahu, tidak percaya, dan mempertanyakan sesuatu. Surat kabar tidak pernah akan menjadi besar hanya dengan memberitakan selebaran-selebaran yang dibagikan oleh penguasa, pengusaha, dan tokoh politik. Wartawan harus terjun ke lapangan untuk menggali dan mengungkapkan kebenaran (Joseph Pulitzer).

Bertindak adalah cara kerja wartawan. Wartawan tidak duduk di atas kursi empuk dan di belakang meja, melainkan berada di tempat adanya berita. Get Off Your Ass and Knock on the Door menjadi prinsip kerja wartawan.

Berubah/Mengubah. Jurnalisme mendorong segala macam perubahan besar di dunia. Sistem kerja pers sendiri juga mengalami perubahan, yakni dimulai dari teks, audio visual, hingga multimedia.

Seni dan Profesi. Dunia kewartawanan bukanlah hanya soal tulis menulis. Seorang penulis handal belum tentu handal sebagai wartawan. Jurnalisme seperti halnya seni, Dia melibatkan niat, minat, dan memerlukan kegigihan di lapangan.

Peran Pers (menurut Bernard J. Cohen)

-informer: menjadi mata dan telinga publik
-interpreter: memberi penafsiran terhadap suatu peristiwa
-representative of public: wakil dari publik
-watchdog: peran jaga
-pembuat kebijaksanaan dan adokasi

Watak Wartawan

menjalani profesi sebagai jalan hidup
memiliki tujuan mulia
tidak arogan
bekerja akurat
bekerja cepat jujur terhadap kebenaran

Ruang Lingkup Jurnalistik

Cetak (koran, majalah)
Broadcast/siar (TV, radio)
Online

9 Elemen Jurnalisme (menurut Bill Kovach)

1. Kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran
2. Loyalitas pertama adalah kepada warga
3. Intisari jurnalisme adalah sebuah disiplin verifikasi
4.Wartawan harus tetap independen dari pihak yang mereka liput
5. Wartawan harus bertindak sebaai pemantau independen terhadap kekuasaan
6. Jurnalisme harus menghadirkan sebauh forum untuk kritik dan kometar publik
7. Wartawan harus membuat hal yang penting menjadi menarik dan relevan
8. Wartawan harus menjaga berita dalam proporsi dan menjadikannya komprehensif
9. Wartawan punya kewajiban terhadap nurani

Tentang Jurnalisme dan Bisnis
Gabriel Garcia Marquez, seorang jurnalis yang menerima Nobel Sastra pada tahun 1982 dari Kolombia mengatakan bahwa jurnalis merupakan pekerjaan paling baik di dunia. Praktek profesi jurnalistik membutuhkan latar belakang budaya yang kuat yang diberikan oleh lingkungan kerjanya. Membaca merupakan persyaratan kerja tambahan.
Bisa dikatakan bahwa tidak ada media yang benar-benar independen dalam memandang sebuah permasalahan. Independensi media sendiri bisa dilihat dari sudut pandang kebebasan untuk menentukan sikap dan keberpihakan. Tidak ada yang salah dengan keberpihakan sepanjang keberpihakan itu bermuara pada perbaikan dan pemenuhan hak-hak warga. Namun bila keberpihakan media massa dapat dibeli dengan uang, inilah titik tolah kehancuran perannya sebagai agen sosial dan agen perubahan dan pilar keempat demokrasi.

Hak Koreksi dan Hak Jawab
Pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan pers dapat menggunakan Hak Koreksi dan Hak Jawab dan media pers pasti melayani hal itu karena sesuai UU No. 40/1999 tentang pers Pasal 5 (2) dan (3) menyatakan bahwa pers wajib melayani Hak Jawab dan Hak Koreksi.

Hak Koreksi dapat dilakukan oleh umum, kelompok, perorangan, lembaga, dan lainnya yang merasa pemberitaan pers tersebut tidak benar, kurang tepat, tendensius dan lainnya yang merugikan atau mengaburkan dari hal sebenarnya dengan cara membuat tulisan/statement yang sifatnya meluruskan. Pembuat Hak Koreksi bisa orang yang dirugikan atau orang yang mengetahui duduk persoalan dari pemberitaan pers tersebut lalu membut tulisan yang sifatnya meluruskan.

Sedangkan Hak Jawab hanya dapat dilakukan oleh orang yang merasa dirugikan oleh suatu pemberitaan pers, tidak terwakili, kecuali menggunakan surat kuasa atau kuasa hukum untuk mewakilinya emnggunakan Hak Jawab tersebut. PIhak lain di luar itu tidak akan dilayani oleh media pers.

Wartawan merupakan salah satu pekerjaan yang mulia, tetapi bisa terperosok menjadi provokator, manipulator, dan penyalahgunaan kekuasaan.

Idealisme herus menjadi dasar dari pekerjaan sebagai wartawan

"Lebih baik diasingkan dari pada menyerah pada kemunafikan" 


(Soe Hok Gie, 17 Desember 1942-16 Desember 1969)




Wednesday, July 3, 2013

cinta

BY ana No comments

keluarga yang harmonis adalah kisah cinta yang paling romantis.

mungkin.

#anakkost

BY ana No comments

Pengaturan ventilasi yang berbeda di kosan ini, membuat kamar gelap gulita ketika siang padahl kamar mandinya terang benderang

Friday, March 22, 2013

Kunjungan Perpustakaan Yayasan Pustaka Kelana

BY ana No comments



Pada tanggal 2 Maret 2013, kelas Sastra Anak tahun ajaran 2012/2013 yang diasuh Ibu Riris dan Ibu Ratna mengadakan kuliah lapangan ke perpustakaan yang menyediakan buku anak. Perpustakaan yang dikunjungi adalah milik Yayasan Pustaka Kelana. Yayasan Pustaka Kelana terletak di Jakarta Timur, tepatnya di Jl. Kelapa no. 2 Rawamangun. Bangunannya berupa rumah yang berada persis di tengah pemukiman warga sehingga mudah dijangkau oleh anak-anak di sekitar.
Kegiatan membaca masih merupakan kegiatan positif yang belum cukup dibudayakan di masyarakat Indonesia, khususnya oleh masyarakat kelas menengah ke bawah. Pada masyarakat kelas ini, buku bukan merupakan kebutuhan utama, mereka masih memprioritaskan kebutuhan sandang dan pangan. Umumnya, dengan ketiadaan buku sebagai sarana pembelajaran, televisi menjadi sahabat utama dan objek yang ditiru oleh sang anak. Orang tua yang sibuk mencari nafkah kerap kali meninggalkan anak hanya sengan televisi dengan tujuan utama agar anak tidak rewel. Kebanyakan orang tua tidak terlalu peduli kandungan moral apa saja yang disuguhkan pada program-program di televisi, baik positif atau negatif yang kemudian ditiru anak dan menjadi sikap dan kepribadiannya.
Buku adalah jendela dunia, inilah yang diyakini oleh para pendiri Yayasan Pustaka Kelana. Ibu Sitti Nasti Reksodiputro, salah satu pendiri yayasan ini yang juga merupakan dosen Universitas Indonesia yang telah pensiun tahun 1992, mengatakan bahwa tanpa membaca anak-anak yang dilahirkan dari keluarga yang kurang mampu tidak akan mengalami kemajuan. Dengan membaca, anak akan mengetahui bahwa ada banyak kesempatan di luar sana, kehidupan yang sama sekali berbeda, kehidupan yang lebih baik keadaannya dari yang ia jalani sekarang sehingga ia terus terpacu untuk berinovasi dan berprestasi.
Pada tahun 1995, Sitti Nasti Reksodipurwo, Riries K Toha Sarumpaet, dan beberapa rekan mereka yang lain mendirikan yayasan ini berdasarkan pemikiran tersebut. Yayasan ini berdiri dengan sama sekali tidak memikirkan profit materi, yang diakui bahwa dalam hal materi mereka selalu merugi untuk membiayai operasional yayasan ini, tetapi mereka yakin akan adanya keuntungan yang lebih besar dari materi, yakni masa depan anak yang menjadi lebih baik. Yayasan Pustaka Kelana mendapatkan buku-bukunya dari sumbangan penerbit, perseorangan, dan  kelompok masyarakat baik dari dalam maupun luar negeri. Tidak heran jika dalam koleksi perpustakaan ini ditemukan buku yang berbahasa (dan diterbitkan oleh) Inggris, Jepang atau Swedia. Yayasan ini juga mendapat bantuan operasional mobil melalui program kerjasama dengan perusahaan dalam dan luar negeri.
Yayasan Pustaka Kelana yang terletak di tengah pemukiman warga ini tidak hanya mempunyai koleksi buku anak saja, mereka pun menyediakan bacaan untuk para orangtua, guru, serta remaja. Koleksi buku anak umumnya berupa buku-buku cerita, novel, dan komik,buku pelajaran tidak termasuk. Untuk guru dan orangtua, disediakan ensiklopedi, buku psikologi anak, panduanm mengajar, dan bacaan ringan seperti novel dan majalah. Di ruangan terpisah, latai kedua markas yayasan ini, terdapat koleksi untuk remaja dan dewasa yang berupa fiksi, non-fiksi, dan majalah. Untuk bahan bacaan anak, Pustaka Kelana tidak serta merta meloloskan semua buku anak, namun ada tahap penyeleksian akan konten isi untuk mengatahui kualitas bacaan.
Saat ini, Yayasan Pustaka Kelana telah menjalankan beberapa program. Pertama, meminjamkan sekotak buku ke sekolah. Satu kotak buku yang umumnya berisi 100 buku dipinjamkan ke sekolah-sekolah dasar sebagai tambahan koleksi perpustakaan sekolah selama satu bulan. Setelah sebulan, kotak buku ini akan diambil kembali dan diganti dengan kotak baru yang koleksinya berbeda dari yang sebelumnya. Kedua, tas buku. Sebuah tas buku yang berisi 20 buku bisa dipinjamkan kepada yang ingin, baik perseorangan maupun kelompok untuk dibaca selama sebulan dengan biaya 100 ribu rupiah. Program ketiga adalah Program Cinta Membaca. Program ini boleh diikuti oleh siapa saja, baik siswa SD hingga SMA. Program ini dilakukan dua kali dalam setahun. Caranya, dengan mendaftar ke yayasan ini, lalu akan diberikan sebuah kartu yang berisi hal-hal yang harus dibaca dan dilakukan selama tiga bulan kedepan. Bila semua tugas di kertas telah dipenuhi, maka peserta program ini bisa ikut dalam kunjungan lapangan yang diadakan Yayasan Pustaka Kelana.
Para pengunjung perpustakaan Yayasan Pustaka Kelana tidak dikenakan biaya bila ingin membaca di tempat. Namun, apabila pengunjung ingin meminjam, diharuskan mendaftar menjadi anggota dahulu dan membayar iuran untuk dua bulan. Besaran iurannya tidak banyak, yakni Rp5000/anak dan Rp10000 untuk orang dewasa. Saat ini, Pustaka Kelana masih sangat membutuhkan partisi aktif dari para relawan yang ingin membantu kelangsungan operasi yayasan. Bentuk bantuan dapat berupa materi ataupun tenaga. Dalam bentuk tenaga, relawan dapat berperan sebagai pendongeng, pustakawan, admin web, maupun tenaga operasional lainnya yang tidak dituntut untuk datang secara rutin.
 Seusai penjelasan formal, para mahasiswa Sastra Anak lantas menjelajah markas Yayasan Pustaka Kelana ini. Beberapa mahasiswa asyik membaca koleksi buku-buku anak, adapula yang menbaca buku remaja, dan tidak sedikit yang membaur dan bermain bersama anak-anak yang mengunjungi perpustakaan ini. Selain itu, terlihat terlihat mahasiswa-mahasiswa yang menawarkan bantuan untuk menjadi tenaga relawan operasional, menjadi bagian dalam kegiatan kecil yang bisa mengubah nasib anak-anak menjadi lebih cerah.


ana
lagi-lagi bikin tugas imajiner